Langsung ke konten utama

apa sich tari remo itu?

Asal-usulnya darimana sich?
Tari Remo berasal dari Jombang, Jawa Timur. Tarian ini pada awalnya merupakan tarian yang digunakan sebagai pengantar pertunjukan ludruk. Namun, pada perkembangannya tarian ini sering ditarikan secara terpisah sebagai sambutan atas tamu kenegaraan, ditarikan dalam upacara-upacara kenegaraan, maupun dalam festival kesenian daerah. Tarian ini sebenarnya menceritakan tentang perjuangan seorang pangeran dalam medan laga. Akan tetapi dalam perkembangannya tarian ini menjadi lebih sering ditarikan oleh perempuan, sehingga memunculkan gaya tarian yang lain: Remo Putri atau Tari Remo gaya perempuan.

ciri-cirinya :
Karakteristika yang paling utama dari Tari Remo adalah gerakan kaki yang rancak dan dinamis. Gerakan ini didukung dengan adanya lonceng-lonceng yang dipasang di pergelangan kaki. Lonceng ini berbunyi saat penari melangkah atau menghentak di panggung. Selain itu, karakteristika yang lain yakni gerakan selendang atau sampur, gerakan anggukan dan gelengan kepala, ekspresi wajah, dan kuda-kuda penari membuat tarian ini semakin atraktif.

busananya :
Busana dari penari Remo ada berbagai macam gaya, di antaranya: Gaya Sawunggaling, Surabayan, Malangan, dan Jombangan. Selain itu terdapat pula busana yang khas dipakai bagi Tari Remo gaya perempuan.

busana gaya Surabayaan
Terdiri atas ikat kepala merah, baju tanpa kancing yang berwarna hitam dengan gaya kerajaan pada abad ke-18, celana sebatas pertengahan betis yang dikait dengan jarum emas, sarung batik Pesisiran yang menjuntai hingga ke lutut, setagen yang diikat di pinggang, serta keris menyelip di belakang. Penari memakai dua selendang, yang mana satu dipakai di pinggang dan yang lain disematkan di bahu, dengan masing-masing tangan penari memegang masing-masing ujung selendang. Selain itu, terdapat pula gelang kaki berupa kumpulan lonceng yang dilingkarkan di pergelangan kaki.

Busana Gaya Sawunggaling
Pada dasarnya busana yang dipakai sama dengan gaya Surabayan, namun yang membedakan yakni penggunaan kaus putih berlengan panjang sebagai ganti dari baju hitam kerajaan.

Busana Gaya Malangan
Busana gaya Malangan pada dasarnya juga sama dengan busana gaya Surabayan, namun yang membedakan yakni pada celananya yang panjang hingga menyentuh mata kaki serta tidak disemat dengan jarum.

Busana Gaya Jombangan
Busana gaya Jombangan pada dasarnya sama dengan gaya Sawunggaling, namun perbedaannya adalah penari tidak menggunakan kaus tetapi menggunakan rompi.


Busana Remo Putri
Remo Putri mempunyai busana yang berbeda dengan gaya remo yang asli. Penari memakai sanggul, memakai mekak hitam untuk menutup bagian dada, memakai rapak untuk menutup bagian pinggang sampai ke lutut, serta hanya menggunakan satu selendang saja yang disemat di bahu.

Busana Pengiring
Musik yang mengiringi Tari Remo ini adalah gamelan, yang biasanya terdiri atas bonang barung/babok, bonang penerus, saron, gambang, gender, slentem siter, seruling, kethuk, kenong, kempul, dan gong. Adapun jenis irama yang sering dibawakan untuk mengiringi Tari Remo adalah Jula-Juli dan Tropongan, namun dapat pula berupa gending Walangkekek, Gedok Rancak, Krucilan atau gending-gending kreasi baru. Dalam pertunjukan ludruk, penari biasanya menyelakan sebuah lagu di tengah-tengah tariannya.titit

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 MANFAAT TAMANU OIL SERUM DEWI KECANTIKAN ALAMI

Tampil cantik menawan dambaan bagi kaum wanita. Banyak skin care pilihan dengan treatment dilakukan untuk mendapat kulit indah dan sehat. Tak sedikit biaya digelontorkan untuk mendapatkan kulit yang halus, cantik natural , cerah, glowing dan sehat                                                                                                                             ...

kata-kata bijakku

1. impian bukanlah harapan yang dibangun berdasarkan kekecewaan 2. raihlah impianmu tanpa terpengaruh gelombang arus hatimu 3. jangan biarkan hatimu menangis hanya karena kesalahan kecil 4. ucapkanlah maaf sebelum kesempatan itu hilang

Nikmatnya Bluder Cokro, Roti Legendaris Madiun

                                                            Foto Outlet Madiun Roti merupakan makanan yang tidak asing bagi keseharian kita. Bahkan untuk sebagian orang, roti merupakan makanan wajib untuk sarapan. Selain tidak ribet, kandungan karbo dalam roti dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh dalam sehari. Berbicara mengenai roti, salah satu roti yang lumayan terkenal di Jawa Timur adalah Bluder Cokro. Roti ini menjadi salah satu makanan khas dari kota Madiun. Rasanya yang nikmat dan lembut di lidah cocok dipilih sebagai buah tangan kala berwisata ke kota Madiun. Kunjungan Ketika Pandemi                                                                 Outle...