Langsung ke konten utama

ayo.....back to nature...tampil cantik tanpa make up...

Menurut peraturan menteri kesehatan RI No. 220/ Menkes/ Per/XI/76, tanggal 6 September 1976 menyatakan bahwa: “Kosmetik adalah bahan atau campuran bahan untuk digosokkan, dilekatkan, dituangkan, dipercikkan atau disemprotkan pada, dimasukkan ke dalam, dipergunakan pada badan atau bagian badan manusia dengan maksud untuk membersihkan, memelihara, menambah daya tarik atau mengubah rupa dan tidak termasuk golongan obat”.

Kosmetika menjadi berguna karena adanya wanita, sementara wanita dapat menonjolkan kelebihan wajah serta menutupi kekurangannya dengan kosmetika. Namun tetap harus memperhatikan umur dari kosmetika, karena kosmetika dapat kadaluwarsa. Zat yang digunakan sebagai pengawet pada kosmetika setelah jangka waktu tertentu akan habis atau tidak memberikan manfaat lagi bag pemakainya. Pada saat inilah kosmetika dikatakan kadaluwarsa. Hilangnya fungsi pengawet juga dapat menyebabkan banyak kuman berkembang biak dan merusak kosmetika, sehingga memberikan efek negatif untuk wajah. Kadang sebagian orang merasa sayang untuk membuang kosmetika yang belum habis, namun apabila kosmetika yang kadaluarsa tersebut tetap digunakan, dampaknya akan sangat merugikan untuk wajah. Misalnya kulit menjadi alergi, gatal, merah, atau bengkak. Sering juga terdapat masalah pada bulu mata yang rontok penyebabnya adalah karena tidak dibersihkan dengan baik atau masih ada maskaranya kemudian disikat lagi. Masalah lainnya adalah maskara hanya dapat dibersihkan dengan menggunakan produk khusus dan bukan air hangat yang bisaa dilakukan oleh wanita pada umumnya. Begitu pula dalam penggunaan maskara, bisaanya para wanita terfokus pada hasil bulu mata yang tebal sehingga tanpa sadar sebagian wanita menggunakan maskara lebih banyak. Padahal, menggunakan maskara secara berlebihan justru dapat memperburuk penampilan dan merusak tiap helai bulu mata serta dapat membuat bulu mata kering dan dapat menimbulkan iritasi atau infeksi pada mata serta kelopak mata menjadi berwarna kehitaman. Selain itu, untuk menambah kelentikan bulu mata supaya lebih lentik dan indah, bisaanya para wanita menggunakan penjepit bulu mata. Namun masalahnya yaitu penjepit bulu mata dapat membentuk bulu mata dari beberapa sisi yang berbeda sehingga hasilnya tidak alami bahkan dapat membuat bulu mata dapat mudah patah dan rontok. Maskara yang terlalu cair dan pengeringannya lama akan mengakibatkan bulu mata yang sudah lentik menjadi lurus kembali.

Ada dua formula maskara yang ditawarkan oleh produsen kosmetik yaitu non-waterproof maskara dan waterproof maskara. Non-waterproof mengandung formula yang tidak tahan air dan mudah luntur. Keuntungannya adalah mudah dibersihkan dengan menggunakan air hangat saja. Maskara lembut bisaanya mengandung pelembab berbahan dasar glycerin dan silk extract., sedangkan waterproof mengandung formula tahan air. Bisaanya dalam maskara waterproof ditambahkan banyak lilin yang berbahan dasar paraffinin rebus mirip sekali dengan lilin cair yang diisikan dalam tube ( tabung ) dan silicon dalam komposisinya Untuk menghapusnya membutuhkan pembersih khusus riasan wajah ( eye make up remover atau baby od ). Kemasan maskara ada dalam tabung alumunium atau tabung plastik yang hampir sama dengan pensil. Maskara itu sendiri berupa cairan kental dan encer alat pengolesnya berupa spiral.

Melihat berbagai dampak yang ditimbulkan akibat penggunaan maskara seperti terjadinya kerusakan pada bulu mata, bulu mata menjadi rontok dan iritasi maupun infeksi mata maka dapat menggunakan alternatif lain untuk melentikkan bulu mata yaitu dengan menggunakan tangkai daun sirih dan tanaman lidah buaya. Masyarakat awam hanya tahu bahwa memakan daun sirih akan bermanfaat bagi kesehatan gigi. Padahal khasiat dari tanaman sirih jauh lebih banyak lagi. Minyak asiri yang terkandung dalam tangkai daun sirih terdiri dari antara lain fenol, hidroksikavikol, kavikol, kavibetol, seskuiterpena, estragenol, metil-eugenol, karvakrol, terpena, seskuiterpena, fenil propana, tanin, diastase, pati dan glukosa. Khasiat daun sirih dan tangkainya antara lain antibiotik, antiseptik dan stimulan. Secara tradisional, masyarakat memanfaatkan daun sirih untuk obat batuk, obat kumur, mengobati gusi dan hidung berdarah, menghilangkan bau badan dan untuk ibu-ibu yang ingin berhenti menyusui anaknya, daun sirih bisa mengurangi produksi air susu. Sirih (Piper betle) merupakan tumbuhan yang tersebar mulai dari pantai Timur benua Afrika, daratan India, Cina, Asia Tenggara, Australia Utara sampai ke Polynesia di Pasifik. Sirih merupakan tanaman memanjat yang menempel di batang pohon dengan akar lekatnya yang keluar dari tiap ruas batang.

Panjang tanaman antara 5 meter sampai dengan 15 meter. Daun berbentuk jantung dengan ujung runcing. Panjang daun antara 5 centimeter sampai dengan 15 centimeter, lebar antara 3 sampai dengan 8 centimeter, daunnya agak kasar jika diraba serta berwarna kekuningan dan hijau tua atau hitam. Bunga tanaman Sirih tersusun dalam bulir, posisi bunga merunduk, dan memiliki panjang 5-15 cm. Tanaman Sirih dapat tumbuh subur jika ditanam di tanah gembur yang banyak humus dengan kelembaban tinggi. Tanaman Sirih dapat beradaptasi dengan kawasan yang ekstrim basah maupun kering dan bisa hidup mulai dari dataran rendah sampai ke dataran tinggi sekitar 1000 meter diatas permukaan air laut. Di Jawa, umumnya tanaman sirih tidak berbuah, sehingga yang digunakan untuk makan sirih hanyalah daunnya. Sementara di daerah Propinsi Nusa Tenggara Timur, di Negara Thailand dan Taiwan, sirih banyak yang berbuah sehingga tanaman Sirih dapat dimakan mulai dari daun hingga buahnya.

Meskipun tanaman sirih sangat toleran terhadap ketinggian tempat, suhu udara, kelembapan dan sinar matahari, namun pertumbuhan optimal akan dicapai pada dataran menengah dengan sinar matahari penuh namun cukup air. Karenanya itu, masyarakat Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Timur bisaa menanam sirih di dekat sumber air. Misalnya di dekat sumur dan dirambatkan pada batang tanaman yang berada pada lokasi tersebut. Di habitat aslinya, sirih mampu hidup di dalam hutan di bawah tegakan yang sangat rapat. Dengan sinar matahari hanya sekitar 20% di bawah keteduhan tajuk tanaman hutan, sirih juga mampu tumbuh subur. Meskipun daunnya cukup lebar, namun ketebalannya kurang dan kandungan minyak asirinya sangat rendah. Daun sirih baru akan tumbuh normal dengan kandungan minyak asiri antara 1 % sampai dengan 4 % apabila ditanam di lokasi terbuka dengan sinar matahari penuh selama 12 jam. Kandungan minyak asiri yang terdapat pada daun sirih sangat tinggi dengan ditandai dengan rasa pedas dan aromanya yang sangat kuat. Daun sirih yang tumbuh di keteduhan tajuk tanaman, memiliki rasa pedas serta aromanya yang sangat kurang jika dibandingkan yang ditanam di daerah cukup sinar matahari. Tanaman Sirih buasa diperbanyak dengan stek batangnya. Dengan memilih batang yang agak tua yang terdiri dari 4 – 6 ruas kemudian menyemai di tempat yang teduh dan tunggu tanaman Sirih tumbuh subur sebelum dipindahkan ke pekarangan.

Dalam melentikan bulu mata, selain menggunakan tangkai daun sirih juga menggunakan lidah buaya ( Aloe Vera L atau Aloe barbandensis ). Tanaman Lidah Buaya juga dikenal dengan ilat baya ( Bahasa Jawa ), letah buaya ( Bahasa Sunda ), lidah buaya ( Bahasa Melayu ), lu hui ( Bahasa Cina ). Karena kedua bahan tersebut merupakan dua bahan penting untuk melentikan bulu mata secara maksimal.

Tanaman lidah buaya merupakan tanaman yang dikenal sebagai tanaman hias dan banyak dijumpai dilingkungan sekitar serta tanaman yang sudah tak asing lagi dan telah banyak dimanfaatkan untuk pengobatan saat ini lidah buaya telah diolah dalam bentuk lotion, liquid, tablet, kapsul, jus, untuk dijadikan masakan atau lainnya.

Tanaman ini banyak tumbuh di daerah berhawa panas. Mengingat tanaman lidah buaya cukup mudah didapat dan terbukti memiliki khasiat untuk kecantikan dan kesehatan. Alangkah baiknya jika memanfaatkannya untuk berbagai kebutuhan dalam pengobatan tradisional yang merupakan warisan nenek moyang. Pemanfaatan tanaman berkhasiat obat seperti lidah buaya saat ini sangatlah tepat, karena saat ini masyarakat sedang mengalami kesulitan ekonomi akibat terjadinya krisis moneter dan ekonomi dan imbasnya mengenai berbagai sektor kahidupan termasiuk sektor kesehatan.

Lidah buaya mengandung aloin, barbaloin, isobarbaloin, aloeomodin, aloenin, aloesin dan lain-lain.

Beberapa Zat Kandungan Lidah Buaya antara lain :

a) Antakuinon dan Kuinon Memiliki efek menghilangkan rasa sakit (analgetik) dan menghilangkan pusing.

b) Lignin dan Selulosa dalam gel lidah buaya mampu menembus dan meresap ke dalam kulit, menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit, sehingga kulit tidak cepat kering serta terjaga kelembabannya.

c) Acetylated Mannose Merupakan imunositimulan yang kuat, yang berfungsi meningkatkan fungsi fagositik dari sel makrofag, respon sel T terhadap patogen serta produksi interferon dan zat kimia yang meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh untuk menstimulasi atau merangsang antibodi.

d) Gel atau Lendir Lidah Buaya mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan luka, luka bakar, borok/eksim, memberikan lapisan pelindung pada bagian yang rusak dan mempercepat tingkat penyembuhan. Reaksi tersebut karena adanya Aloectin B yang menstimulasi system kekebalan tubuh.

e) Aloin, Aloe-Emodin Menyebabkan usus besar berkonstraksi/mengkerut sehingga bersifat sebagai pencahar yang kuat (laxative). Umumnya terjadi pengeluaran feses/buang air besar setelah 8-12 jam pengkonsumsian.

Penggunaan tangkai daun sirih dan tanaman lidah buaya untuk melentikkan bulu mata.

Bahan-Bahan :
- Tangkai daun sirih 2 tangkai
- Tanaman Lidah Buaya 1 tangkai
Cara Pembuatan :
- Tangkai daun sirih dibuat pipih.
- Lidah buaya ditumbuk hingga keluar banyak lendir.

Langkah-langkah Pemakaian :

1. Ambilah tangkai daun sirih

2. Celupkan tangkai daun sirih pada lendir Lidah Buaya.

2. Tangkai daun sirih yang telah diceupkan ke lender Lidah Buaya digunakan untuk mengolesi bulu mata hingga merata. Biarkan demikian selama 2 jam.

3. Setelah itu, cuci bulu mata anda dengan air hangat, dengan cara mencelupkan tangkai daun sirih yang satunya lagi kedalam air hangat, kemudian dikuaskan pada bulu mata tersebut.

4.Lakukan aktivitas tersebut rutin dipagi dan sore hari setelah mandi.

5. saat anda melakukan aktivitas tersebut, anda tidak menggunakan maskara.Jika cara ini rutin dilakukan maka bulu mata akan menjadi lentik dengan sendirinya.

Alternatif ini merupakan cara yang aman untuk digunakan karena lidah buaya dan tanaman sirih memiliki kandungan zat yang berkhasiat bagi kesehatan serta aman digunakan. Tanaman sirih dan lidah buaya juga merupakan tanaman obat keluarga (TOGA) yang penanamannya relatif mudah karena tidak banyak membutuhkan lahan kosong.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 MANFAAT TAMANU OIL SERUM DEWI KECANTIKAN ALAMI

Tampil cantik menawan dambaan bagi kaum wanita. Banyak skin care pilihan dengan treatment dilakukan untuk mendapat kulit indah dan sehat. Tak sedikit biaya digelontorkan untuk mendapatkan kulit yang halus, cantik natural , cerah, glowing dan sehat                                                                                                                             ...

kata-kata bijakku

1. impian bukanlah harapan yang dibangun berdasarkan kekecewaan 2. raihlah impianmu tanpa terpengaruh gelombang arus hatimu 3. jangan biarkan hatimu menangis hanya karena kesalahan kecil 4. ucapkanlah maaf sebelum kesempatan itu hilang

Nikmatnya Bluder Cokro, Roti Legendaris Madiun

                                                            Foto Outlet Madiun Roti merupakan makanan yang tidak asing bagi keseharian kita. Bahkan untuk sebagian orang, roti merupakan makanan wajib untuk sarapan. Selain tidak ribet, kandungan karbo dalam roti dapat membantu memenuhi kebutuhan tubuh dalam sehari. Berbicara mengenai roti, salah satu roti yang lumayan terkenal di Jawa Timur adalah Bluder Cokro. Roti ini menjadi salah satu makanan khas dari kota Madiun. Rasanya yang nikmat dan lembut di lidah cocok dipilih sebagai buah tangan kala berwisata ke kota Madiun. Kunjungan Ketika Pandemi                                                                 Outle...